Can Anybody Find Their Home?

March 30th, 2008 by benesta

Place
where you can laugh to break the silence of the night.

Place
where you can always go and be there for you,

to
serve a hot coffee or a coke,

or
a single pan pizza.

Place
where you can share your emotion and your feeling,

without
fear
, without secret.

The
place that I adore,

despite
all the lousy things on that place.

 

I
found that place,

but
that’s not a home of mine.

I
don’t own it.

Never
will be.

However,
it feels right when I just see the place.

And
thank you to the place where I can sit for a while,

before
I go again to continue my journey…  ;)

Bunga Bakung dan Raksasa

February 18th, 2008 by benesta

Judul ni blog udah kayak novel fantasi aja yak… Namun sebenernya ini bukan novel fantasi, hanya cerpen fantasi liar semata.

Seringkali perjalanan Bandung-Jakarta ataupun sebaliknya membuat gue bosan. Tapi gak bisa dong gara-gara gue bosen terus tiba-tiba gue menjulurkan kepala keluar mobil dan meneriakkan kebosanan gue ataupun hanya sekedar mbiarin angin bertempur melawan rambut gue yang udah rapi.

Nah, ide blog ini berawal dari perjalanan yang sendirian dan membosankan itu. Pas di kilometer … (berapa yah? Gue lupa. Antara 80-90 lah) -yang pasti udah di Cipularang- di kiri kanan jalan ada pohon yang tumbuh dengan jarak antar pohon sekitar 2 meter satu sama lain. Pohon ini batangnya kurus-kurus tapi daunnya banyak, jadi agak terkesan ‘mumbul’ di atas. Kalo itu orang, mungkin itu gambaran orang Afro yang keribo itu.

Nah, terus gue berpikir. Kok ya itu mirip bunga versi raksasa ya? Cuman aja yang mestinya jadi mahkota bunganya, warnanya ijo! Lucu kali ya kalo ada raksasa tiba-tiba datang, dengan kakinya yang besar…
Bum… Bum…
Tiap langkahnya menggetarkan bumi. Bayangin. Mobil-mobil di jalan tol bisa bergelimpangan kena getarannya. Tol Cipularang bisa longsor lagi! *lha wong gak ada raksasa aja bisa longsor!* Dan bayangin aja kalo raksasa itu nyabut ‘Bunga Raksasa’ itu sampe bonggol-bonggolnya! Waduh! Gue membayangkan kita udah kayak semut aja yah kalo kayak gitu…

"Stop! Stop! Stop!" mungkin teriakan itu akan terdengar di seluruh penjuru tol Cipularang. Asalnya dari mana? Ya dari kita ini!
Tapi, apakah si raksasa akan mendengar? Hmmm…
Pilihannya, antara enggak karena suara kita hanya seperti desahan angin aja buat dia… Atau kedengeran sih, tapi dia gak peduli. *disini sebenernya terbuka sih opsi buat tu raksasa peduli, tapi kemungkinannya cuman berapa persen? Paling juga cuman 30% paling banyak!*

Nah, coba direnungkan. Kalo selama ini ternyata kita yang jadi raksasanya dan ada makhluk-makhluk kecil lainnya yang ada di sekitar kita, berteriak minta tolong agar menghentikan kegiatan kita karena kita secara gak sadar ‘menghancurkan’ hidup mereka, bahkan membunuh mereka.

Well teman-teman. Ternyata ada sesuatu yang didapat ketika perjalanan Bandung-Jakarta nampak membosankan buat gue. Hal sepele sebenernya yang jarang disadari oleh kita. Mungkin ada imaginasi lain yang berkembang karena sering bengong atau lagi bosen yang bisa dijadiin bahan renungan?

Sejenak Terdiam

February 18th, 2008 by benesta

Teriakan-teriakan dulu itu sudah sayup-sayup terdengar sekarang,
yang tersisa hanyalah gemanya.

Meskipun daun-daun masih gemerisik menggunjingkan sesuatu tentang KITA,
hanya butuh waktu sekedipan mata bagi KITA untuk menghilang.
Secara fisik, bukan hati ataupun jiwa.

Tapi tenang, tidak akan ada yang hilang, ataupun yang mau menghilang.
Kenanglah senyum-senyum yang pernah ada,
tawa canda yang sering mampir menggelayut di batang pohon itu,
ataupun caci maki yang membahana di sekitar lingkaran itu.

Setelah fase ini usai,
entah kapan lagi kita akan bernaung di bawah teduhnya pohon besar itu.
Namun satu hal pasti,
hari itu adalah saat yang paling ditunggu oleh KITA.

Jangan bersedih sekalipun air mata menetes dari kelopak.
Tapi, genggamlah kenangan akan KITA,
seperti bangku-bangku itu menggenggam semua kisah perjalanan waktu KITA.

Terimakasih :)

It’s Our Precious Hidden Treasure, For God Sake!

February 5th, 2008 by benesta

Beberapa hari yang lalu, gue sempet ngobrol dengan salah satu teman gue tentang peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia. Di akhir pembicaraan, entah kenapa gue ngerasa kesel, sedih, tapi saat ini gue gak bisa berbuat apa-apa. Fakta bahwa Indonesia punya banyak peninggalan bersejarah tapi diabaikan (bahkan dirusak dan gak dirawat) oleh pemerintah sendiri, membuat gue geleng-geleng kepala.

Sebagian besar orang Indonesia gak bisa menghargai sejarahnya sendiri, bahkan banyak yang gak tau sejarah Indonesia. Kalo katanya Presiden pertamanya Indonesia, Soekarno, "Jangan pernah sekali-kali meninggalkan Sejarah". Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Fakta bahwa di Indonesia kaya akan situs-situs arkeologi gak bisa membuat pejabat-pejabat di kantor pemerintahan itu mengurangi keangkuhannya untuk lebih berkonsentrasi untuk menjadikan Indonesia ‘Bangsa Teknologi’. Hampir sebagian besar orang di Indonesia mendewa-dewakan teknologi dan mengesampingkan aset besar Indonesia yang lain.

Penemuan-penemuan gerabah jaman prasejarah, atau ditemukannya fosil-fosil manusia purba seperti Meganthropus Palaeojavanicus atau Pithecanthropus Erectus di Desa Sangiran pun gak bisa membuat bangsa ini menghargai artefak-artefak jaman dulu. Padahal, Indonesia bisa menjadi bangsa yang kaya -baik material maupun budaya- dengan adanya peninggalan-peninggalan tersebut.

Justru, barang-barang bersejarah yang dimiliki bangsa ini ‘dibuang’ begitu saja. Ada kasus lukisan yang hilang di Museum Gajah tahun 1996 yang lalu dan pemerintah gak tau lukisan-lukisan itu kemana… Belum lama ini juga ada kasus penjualan barang-barang milik Keraton Kasunanan Solo… Pemerintah pun bersikap seperti seolah-olah yang hilang itu semua barang biasa!

Bodohnya kita. Dimanfaatkan oleh orang-orang yang cuman mau nyari keuntungan pribadi semata tapi kita gak sadar.

Ayolah, sampai kapan bangsa kita mau ‘miskin dan terjajah’? Kita sendiri toh gak bisa menghargai milik kita sendiri? Mumpung kita masih punya! Laginya Malaysia mengklaim lagu ‘Rasa Sayange’, kita ribut. Laginya Sipadan-Ligitan lepas ke Malaysia, kita neriakin ‘Ganyang Malaysia!’. Lha wong laginya ada kita gak pernah njadiin aset itu sebagai kapital kita, yaa mau gimana dong kalo bangsa laen lebih cerdik daripada kita?

Gak mau kan diinjak-injak terus kayak gitu? Indonesia tuh kaya kok! Permasalahannya, kita gak tau dimana letak kekayaan kita! Ibaratnya orang tuh punya kemampuan maen tenis, kalo gak diasah-asah, gak bakal bisa masuk Wimbledon! Percuma…

Jadi, marilah kita jaga dan lestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia. Itu semua sangat bernilai, lho…

Let Yourself Know,,,

January 23rd, 2008 by benesta

"Sebuah skripsi S1 gak akan bisa mengubah dunia, tapi at least mengubah diri lo sendiri."

Well, gue gak tau itu kalimat dari siapa asalnya. Tapi, siapapun yang bilang itu, gue mengamininya.
Apa yang sedang gue jalanin sekarang emang belom sampe di titik akhir sih. Gue baru menjalani prosesnya aja.
Semakin gue tau tentang sesuatu yang tadinya gak gitu gue tau, antara gue jadi suka sama sesuatu itu, atau malah jadi sebel.

Yeah, sebut aja. Gue lagi nulis tentang upaya EU dalam mengatasi permasalahan human security di Darfur.
First, Darfur? Makhluk apakah itu?? Hahaha… Tapi, for your information, konflik Darfur dinyatakan sebagai bencana kemanusiaan terbesar saat ini. Tapi berapa orang yang tau dimana Darfur ato apa yang sedang terjadi di Darfur? Bahkan kalo gue gak bikin ni skripsi, gue gak bakal tau detail ada apa di Darfur sekarang.

Kedua, permasalahan the shift of thinking. Taun lalu, ketika gue masih jaman-jamannya ngambil mata kuliah bernama Politik Global AS dan Kajian Strategis, yang ada di pikiran gue cuman apa yah yang harus dilakuin sama AS, gimana strategi AS buat perang Irak, dan apalah itu…
Then, ketika gue memulai skripsi gue, gue mulai memandang isu apapun itu dari sisi yang lain: The Humanitarian Side.
Terserahlah itu si AS mau buat strategi apa, tapi yang jelas… Mereka gak mikirin yah kalo prajurit yang dikirim tuh manusia yang punya kehidupan mereka masing-masing, yang punya keluarga, yang punya ibu-ibu yang selalu nungguin kabar dari mereka? Kenapa seolah dunia cuman peduli pada yang namanya ‘negara’? Anak-anak muda yang jadi prajurit itu juga dikirim pake pembenaran negara:"Waaah, mereka berbakti pada negara!"
What?!

Seakan kepentingan nasional suatu negara lebih besar daripada nilai seorang manusia… Miris ngeliatnya…

Yah, gue gak bilang menganalisis kebijakan suatu negara itu gak penting… Itu tetep penting, tapi ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan lagi… Kita calon-calon yang akan duduk di balik meja, bukan calon-calon yang akan ditempatkan di garis depan medan peperangan. (sedikit dari) Kita yang akan (atau pernah) merasakan perang yang ada di hadapan kita…

Yeaaaah, inilah akibat dari menulis skripsi yang berhubungan dengan daerah-daerah kemanusiaan dalam konflik… Hahahah,,,

Untuk teman-teman yang lagi nulis skripsi ataupun seminar: Semangat, Kawan!

Writer’s Block

October 26th, 2007 by benesta

Blog satu ini lebih ke arah curhatan dan menerima saran sih sebenernya… Meskipun ini gue hindari dalam penulisan blog, tapi kali ini gue bener-bener membutuhkan feedback ataupun aktualisasi diri gue dalam tulisan…

Well ya, tau lah ya apa yang dinamakan dengan Writer’s Block: ketika seseorang yang biasanya nulis-nulis suatu tulisan tiba-tiba jadi mentok, gak bisa menuangkan buah pikirannya menjadi suatu tulisan.

Yeah, itu sedang terjadi dengan gue. Mungkin semua yang membaca tulisan ini bertanya-tanya:"Lah, ini apaan dong?"

Yah, ini salah satu usaha gue untuk keluar dari ‘penjara’ itu! *shit, sekarang gue udah stuck lagi untuk nulis*

Kenapa gue sulit untuk mengeluarkan pikiran gue dalam bentuk tulisan akhir-akhir ini? Gue juga gak tau jawabannya. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, gue tau.

Pertama, gue udah lama banget gak menuangkan pikiran gue lewat tulisan karena kesibukan gue beberapa bulan terakhir ini.

Kedua, gue jadi terbiasa untuk cerita sama seseorang tentang sesuatu, jadinya gue gak menuangkan cerita itu lewat tulisan lagi.

Ketiga, gue lagi mudah untuk ter-distract perhatiannya. Jadinya, gue terkadang gak konsen akan apa yang sedang gue tulis.

Keempat, terlalu banyak hal yang berkeliaran di kepala gue sehingga gue jadi gak fokus.

Jadinya yah begini ini, gue semakin susah untuk membuka pikiran gue dan gue jadikan tulisan. Alur pikiran gue lagi gak runut, kacau. I have to fix it. I will, and someday… This ‘Writer’s Block’ cuman jadi sejarah gue aja.

Anyone yang pernah mengalami ini juga, mungkin?

Hahahaha…

Gak enak banget lho, ketika lo gak bisa mengutarakan apa yang pengen lo utarakan lewat tulisan… Karena ketika lo hanya berbicara, masih ada kemungkinan bahwa orang yang lo ajak ngomong akan melupakan pembicaraan lo. Tapi, kalo lo bisa menuangkannya lewat kata-kata, hal itu gak akan pernah hilang.

Kata-kata akan selalu tersimpan, begitu juga maknanya ketika itu ditorehkan dalam sebuah kertas.

Who Else?

September 11th, 2007 by benesta

"Mungkin ini pernah ditulis, namun dilupakan.

Mungkin ini pernah dipikirkan, namun dibuang begitu saja."

Apakah hanya gue yang masih merasakan sakitnya?

Apakah hanya gue yang masih merasakan penyesalannya?

Apakah hanya gue yang masih belum bisa beranjak dari tempatnya?

Apakah hanya gue yang tidak merasa aman dan nyaman di tengah-tengah lingkaran kenyamanan gue?

Apakah hanya gue yang berharap waktu bisa diulang kembali?

Apakah hanya gue yang berharap bahwa ini semua adalah mimpi dan kita belum terbangun dari mimpi buruk ini?

Apakah hanya gue yang merasa berhasil dibodohi dan dipercundangi oleh sistem?

…Karena gue gak tau lagi siapa yang merasa seperti apa yang gue rasain sekarang…

…Karena gue gak tau siapa yang bisa gue percaya lagi…

-I just wanna be alone, cuz no one could understand what I’m going through-

Forgiven But (Not Yet) Forgotten

August 13th, 2007 by benesta

It still hurts

When everything’s changed.

Changed because one foolish thing.

Keep asking,

Keep wondering,

Why that such thing ever happened.

Cannot angry,

Cannot say anything.

Wanna forget it,

But my heart,

My mind,

Seems like don’t wanna throw it away

It still hurts, really.

And I am the one who still feel the pain.

I Do Remember

May 12th, 2007 by benesta

Revenge…

You can call it that.

You have to keep on your mind,

that I will always remember.

What you’ve said,

what you’ve done to me.

I have a devilish side of my soul.

You are no one for me.

Just keep it on your head.

I Look A Fool For Thinking You Are On My Side

April 21st, 2007 by benesta

There’s something I really cannot understand.

When I wanna see all of the things in this world from the bright side,

here it comes the cruel side of this world.

Even people whose said to me to see that kind of world,

they are the one who make this world become the worst place for those who wanna see the bright side.

How do I suppossed to do? To feel?

Just tell me, HOW?