We Live In Other People’s Life

"When you want something in life, you just gotta reach out and grab it."
-Christopher McCandless a.k.a Alexander Supertramp in Into the Wild-

Ini tentang cita-cita,
impian,
dan mimpi.
Ini tentang idealisme,
dan jiwa muda…
Tentang hidup kita yang bersentuhan dengan hidup orang lain…

    Tulisan ini diinspirasikan dari sebuah film yang diambil dari kisah nyata yang dibukukan oleh Jon Krakauer, Into the Wild. Film ini mengisahkan tentang perjalanan seorang anak muda yang baru saja lulus dari sebuah universitas bernama Christopher McCandless. Ketika menonton filmnya, mungkin kita akan berdecak kagum dengan kegigihan Chris untuk berusaha keras mencapai mimpinya: pergi sendirian, jauh dari keluarganya dan berpetualang ke Alaska.
    Namun, ketika membaca bukunya, decak kagum itu sedikit bergeser menjadi rasa kesal terhadap Chris karena keegoisannya untuk pergi sendirian, tanpa arah, tanpa tujuan pada awalnya. Namun, meskipun pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Alaska, menurut saya, dia tetap tidak punya tujuan dalam perjalanannya. Dia tak punya arah dan apa yang hendak dia capai, dan tentu saja rencana selanjutnya setelah dia melakukan berbagai perjalanan tersebut.
    Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa kisah perjalanannya, kutipan-kutipan dari buku yang dibacanya ataupun kutipan dari dirinya sendiri merupakan nilai tambah tersendiri yang membuat Into the Wild menarik. Film ini dapat menginspirasikan seseorang ataupun membuat seseorang berpikir dua kali dalam melakukan apa yang dia ingin lakukan.
    Yah, dalam melakukan sesuatu, orang terkadang hanya berpikir tentang dirinya. Apa yang dia ingin lakukan, tetapi seringkali tidak berpikir tentang orang lain yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang pada dasarnya peduli dan sayang. Orang-orang lain yang terkadang tidak tahu bagaimana caranya mengekspresikan rasa sayangnya kepada kita dan dalam implementasinya sering salah diinterpretasikan oleh kita.
    Memang, ini hidup kita. Kita hidup hanya sekali. Sayang kalau kita melewatkan hal-hal yang ingin dan bisa kita lakukan selagi kita masih muda, masih cukup banyak energi dan waktu. Namun terkadang kita melupakan orang lain yang membawa kita dalam hidupnya, yang bersentuhan hidupnya dengan hidup kita.
    Semua orang punya pilihannya masing-masing: mengikutsertakan (atau mempertimbangkan) keberadaan orang lain dalam hidup kita, atau tidak. Terkadang memang ada hal-hal yang kita harus terobos untuk memperoleh apa yang kita inginkan dan cita-citakan. Jika tidak, kita akan tetap menjadi kura-kura dalam tempurung, orang yang tidak punya hidup dan mati jiwanya.
    Seperti kata pembuka di atas, raihlah apa yang ingin kita raih. Inilah saatnya bagi kita untuk memperjuangkan ego kita. Tak apa ketika kita harus sekali-sekali menerjang orang-orang yang (kita tahu) menyayangi kita ketika mereka berseberangan dengan kita. Kita tidak akan tahu apa yang menanti kita di depan sana jika kita selalu bermain aman.
    Akan tetapi, ketika kita menerobos ‘pagar-pagar’ itu, ada saatnya kita harus berhenti sejenak, bukan? Diam dan menikmati sekeliling kita. Tersenyum pada orang-orang di sekitar kita dan membagi pengalaman kita dengan mereka. Bahkan, sesekali menoleh ke belakang…
Remember:
"Happiness Only Real When Shared."

3 Responses to “We Live In Other People’s Life”

  1. atri Says:

    ih bene.. dalem banget.. jadi mikir ‘happiness is only real when shared’.. kayak kalo misalnya nonton tuh nggak seru yah kalo sendiri? gitu y maksud lu?? hwhahahahahhaha

    duh itu dvd menunggu.. tapi gw masih menahan diri!

  2. Deste Says:

    Hmmm… kadang apa yang kita impikan atau gairah yang mengalir dalam tubuh kita bisa jadi adalah bongkah keegoisan diri. Gue sendiri kadang takut meraih mimpi, suka merasa jadi egois. (kira2 begitu kan ya tulisan lo Ne)… Beda sama si Christoper dalam Into The Wild, tapi gue suka iri juga sama orang2 yang bisa menetapkan disitu keinginannya, cita2nya, passionnya. Karena gue takut klo gue memperjuangkan mimpi, bisa jadi orang yang qta sayangi jadi korban. Tapi memang semua yang kita inginkan butuh pengorbanan. Gue sedang berusaha untuk jadi bijak, memperjuangkan mimpi dan berani menantang kegagalan. Karena pada akhirnya hidup adalah tujuan dari perjalanan ini. (kok jadi kaya nulis blog)hahaha

  3. Aloysius Aditya Says:

    Oh ya?! hahahaha…

Leave a Reply