Dengarlah! Dengar!
Dengarkanlah,
Tidak
semua yang kau tahu itu benar…
Tidak
semua yang kau lihat itu nyata…
Rasakanlah,
Ada
detak nadi orang lain di sampingmu…
Ada
kisah orang lain yang ingin menyelamu…
Tatapan
meremehkanmu,
Dinginnya
sorot matamu,
Itu
tak mengecilkan nyaliku untuk berdiri tegak di depanmu,
Dan
balik menertawaimu.
Karena
kau berpikir kau tahu semuanya.
Karena
kau berpikir kau yang paling benar.
Karena
kau tidak pernah mendengarkan kata orang lain.
Karena
kau hanya menganggap orang lain angin lalu.
Dengarkan…
Dengar!
Kau
hanya berpikir kau tahu semuanya,
Tapi
tidak.
Kau
berpikir kaulah empunya kehidupan,
Sayang
sekali, kau salah.
Rasakan!
Nadimu
mulai melambat…
Racun
telah kau teguk.
Ketika
kau sadar,
Kau
terlambat menyadari…
Tidak semua racun kau tahu
penangkalnya.
Kau mati.
Mati.
Mati perlahan.
Deg… Deg… Deg…
Jika kau dengar baik-baik…
Shh…
Dengarlah baik-baik sekali
lagi…
Jantungmu kembali berdetak teratur
layaknya jam…
Ada yang menyelamatkanmu…
Kau tak tahu siapa yang
datang barusan.
Karena,
Tidak semua hal kau tahu
dan kau harus tahu.