Pematian Manusia
Thursday, February 15th, 2007Robot.
Tanpa Perasaan.
Tanpa Otak.
Hanya Mesin Berpemilik.
Robot dan Manusia.
Dua hal yang seharusnya bertolak belakang.
Sebuah nilai lebih yang dimiliki oleh manusia adalah…
Manusia punya perasaan.
Manusia punya akal budi dan lebih tepatnya, dapat berpikir!
Dan yang paling istimewa lagi,
Manusia adalah makhluk bebas yang tidak dimiliki siapapun,
Kecuali yang ‘Transenden’ itu, entah siapapun atau apapun itu.
Mana yang lebih sering kita rasakan sebagai diri kita?
Robot atau manusia?
Apakah kita seorang manusia tanpa kesadaran sebagai robot?
Atau robot yang tidak tahu siapa pengendalinya?
Kita semua seperti sebuah robot yang terkungkung dalam sebuah sistem.
Sistem yang dikuasai dan dikendalikan mayoritas.
Mayoritas yang berpikir bahwa semua kebenaran ada di tangan mereka.
Bahwa merekalah yang menentukan benar dan salah, baik dan buruk.
Dan robot-robot bereproduksi inilah yang akan terus melanjutkannya,
Tanpa bisa berpikir kritis.
Robot-robot yang mulai menyadari identitas kemanusiaannya,
Segera ditembak dan dimusnahkan,
Sehingga tidak ada pembelot-pembelot sistem mayoritas.
Mayoritas kita adalah robot.
Mereka semua menciptakan mesin, bukan manusia.
"Mana manusia? Yang dapat kulihat disini adalah sekumpulan robot yang telah diprogram -oleh entah siapa- sedang berkeliaran mencari makanan untuk menge-charge batere mereka yang akan habis. Robot yang tak punya otak untuk berpikir kritis! Mana kalian semua? Mana pikiran-pikiran kalian? Mana hati kalian? Lawan sistem pemrograman di otak kalian! Hai, manusia! Kalian bukan mesin! Kalian bukan robot! Mulailah berpikir dengan hati, dengan pikiran kalian. Ini sudah bukan jaman feodal, dimana segala sesuatunya dikendalikan oleh ‘Yang Tertinggi’! Satu dari mimpiku: melihat manusia, hidup dan bebas."
15.02.07 -Ketika Semua Seakan Terdehumanisasi-
Robot.
Benda mati.
Tak bernyawa.
Apakah imaginasi kalian sanggup menyamakan diri kalian dengan sesuatu yang sudah mati?
Mati. Mati.
Tanpa kehidupan.
Pikirlah.